Amran Mind Freedom

saya yakin anda sangat mengerti dari maksud artikel saya ini , tapi izinkan saya untuk merepresentasikanya kembali dalam bentuk tulisan saya kali ini . apakah orang hebat harus dipertuan ? ,sebelum jauh membahas tentang judul dari artikel ini ,anda harus memahami dulu apa maksud “Hebat” dan “Dipertuan” pada judul artikel saya ini . yang saya maksud dengan hebat itu adalah sebuah prestasi kehidupan dari seseorang ,misalkan penghargaan ,pendidikan tinggi,jabatan dan hingga harta .serta maksud saya tentang “Dipertuan” adalah Rasa ingin untuk dihargai lebih dengan cara bersikap cuek kepada mereka yang tidak mengapresiasinya sesuai dengan keinginanya . saya rasa anda mengerti maksud saya ,jika ternyata pada saat ini ada banyak orang yang hebat ,hanya saja sebatas pencapaian bukan terletak pada kepribadian yang hebat (empati,terbuka dan renda hati) .

misalkan ada seorang yang sudah luar biasa pendidikan ,penghargaan dan jabatanya hingga ketenaranya ,tapi ketika disapa dan diajak untuk berbagi maka ia cenderung memperlihatkan respon apatis apalagi terhadap orang orang yang tidak se-level  dengan dirinya  .hal tersebut tidak bisa kita pungkiri jika benar adanya .dan kemudian hal itulah yang memicu kenapa saya menulis tulisan ini “Apakah orang hebat harus dipertuan ? ” saya rasa jawaban anda berada pada kata “Tidak” ,dan saya sepakat jika tak semestinya orang hebat harus dipertuan .justru sebaliknya ia yang berprilaku demkian terhadap orang-orang yang mengaguminya .

saya ingin menceritakan sebuah kisah singkat tentang calon kepala Desa .disebuah Desa yang sementara waktu mengalami kesenjangan kepemimpinan ,dimana pejabat Desa lama telah usai masa jabatanya yang artinya harus diadakan kembali pemilihan kepala desa yang baru .dan dari situlah muncul 2 kandidat ,sebut saja pak Sidik dan Toing . semasa pencalonan pak sidik dikenal sebagai orang yang biasa-biasa saja dan tak sering berkampanye langsung ke warga ,sementara pak toing justru melakukan sebaliknya ,ia sangat aktif melakukan sosialisasi dan kampanye diwarga ,ia memperlihatkan keramahan dan kesantunan kepada warga hingga akhirnya ia terpilih menjadi kepala Desa . akan tetapi tidak sampai satu tahun masa jabatan ia telah banyak berubah ,pak toing sudah terlihat lebih memilah dalam berinteraksi dan selalu mengharap penghormatan dari warganya ,hingga ia benar-benar terlihat seperti orang yang sombong .dan masyarakat yang dulunya memilih dan mengaguminya kini sekarang kecewa terhadapnya . yah ini dikarenakan sikap dan pribadinya yang terjebak pada hasrat “dipertuan” itu .

dari cerita diatas kita bisa memahami jika “Hebat” itu tidak dapat terukur dari apa yang kita capai dan miliki melainkan dari apa yang mampu kita lakukan untuk menghargai dan menghormati orang lain yang telah mensupport kita dalam setiap langkah kita .

January 26, 2014
sombong

Apakah orang hebat harus dipertuan

saya yakin anda sangat mengerti dari maksud artikel saya ini , tapi izinkan saya untuk merepresentasikanya kembali dalam bentuk tulisan saya kali ini . apakah orang […]
January 25, 2014
running

Cara Cepat Move On

Seringkali kita mendengarkan teman,sahabat atau mungkin saudara yang berkata “Saya Ingin Move On” , atau mungkin anda pernah mengucapkan kata-kata demikian ?  Meskipun arti sebenarnya dari […]
January 22, 2014
Tips Melalukan Korupsi Ala NLP

Tips Melalukan Korupsi Ala NLP

Pada masa kini ,kata KORUPSI pasti tidak asing lagi bagi diri anda sekalian ,bahkan dari anak kecil yg giginya baru dua sampai nenek-nenek yang giginya tinggal […]
January 22, 2014
The Miracle Hipnosis

The Miracle Hipnosis

Pastinya anda mulai bertanya ,apa maksud saudara dengan keajaiban Hipnosis ? masih banyak diantara anda mungkin termasuk anda juga ? yang menganggap Hipnosis sebagai pengetahuan atau […]