Amran Mind Freedom

reframeSuatu hari Adit dan Wahyu sedang liburan bersama rekan-rekan komunitasnya,mereka liburan ke pulau bali yang terkenal dengan keindahan panorama alamnya,beberapa hari mereka berada dipulau bali,disana mereka selalu jalan bersama,setiap berkunjung kesuatu tempat pasti mereka selalu bersama (kecuali ke WC).di bali mereka menikmati liburan mereka dengan berbagai keseruan bersama. dan saat kembali dari liburan Adit dan Wahyu berbagi cerita kepada teman-temanya yang tidak sempat ikut liburan bersama mereka,dalam cerita si Adit ia berkata : ” wah,asyik bener bali itu panorama alamnya sungguh indah,pantai-pantai disana sungguh menawan membuat saya seperti gak mau pulang dari sana”.dan kemudian Wahyu juga bercerita : “widih,di bali ada banyak bule yang berpakaian yang tidak sopan masa keluar nyantai dipantai hanya menggunakan C* dan B*,itu sungguh menguji iman”.

pada cerita diatas dua orang yang berjalan bersama sekalipun belum tentu akan memiliki pandangan yang sama,bahkan meski mereka ada hubungan darah sekalipun.seperti kisah seorang anak yang begitu menanti waktu liburan bersama ayah dan ibunya,suatu hari sang anak mengajak ibu dan ayahnya liburan tapi  ayah dan ibunya sangatlah sibuk sehingga tak ada waktu bagi mereka untuk liburan.hingga suatu hari bertepatan dengan kekosongan aktifitas ayah dan ibunya,sang ana kembali mengajak ayah dan ibunya berlibur dan akhirnya ayah ibunya mengabulkan,merekapun berlibur kesuatu pantai untuk menikmati pemandangan disana.seharian mereka bersama-sama dipantai sang anak sangat senang dan penuh kegembiraan.sepulang dari pantai si ibu berkata pada suami “waduh pak,saya jadi hitam karena seharian jalan dipantai” dan ayah mengatakan ” saya juga kepala pusing karena banyak kena matahari”. dan sang anak dengan gembira menulis dibuku diarynya “hari ini saya sangat senang karena bisa berlibur bersama ayah dan ibu meski dipantai sangatlah terik dan membuat kuliat saya sedikit meredup tapi saya sangat senang hari ini”.

perbedaan pandangan yang sebabkan proses pembentukan makna didalam pikiran setiap orang itulah yang disebut dengan Frame. didalam NLP Frame didefinisikan sebagai kerangka berfikir seseorang atau cara seseorang memandang (melihat) suatu hal.misalkan :

menunggu itu membosankan !

Ayah saya tidak sayang kepada saya karena tak pernah mengajak saya liburan !

macet itu sangat melelahkan dan membuat kita stress !

pandangan-pandangan tersebut pada umumnya bersifat relatif karena ada beberapa orang yang memandang peristiwa tersebut dengan makna yang berbeda,misalkan pada pandangan macet,jika dipandangan dari sisi manfaat yang didapatkan pada saat macet misalkan :macet mengajari kita untuk bersabar,atau macet dapat menjadi rezeky beberapa orang misalkan yang penjual keliling yang ada dijalanan.

pada dasarnya Frame itu dapat diubah dengan mengeser makna (Konten) atau dengan memperluas keberlakuanya (konteks).mengubah Frame atau sudut pandang itulah yang didalam NLP disebut dengan ReFraming,ini berarti proses pergeseran makna terhadap suatu pandangan lama menjadi sebuah pandangan baru.

Contoh ReFraming Konteks :

ada sebuah mobil dengan kencang dan terlihat buru menyerempet anda maka anda bisa saja marah dan teriak mencaci maki sang pengemudi,pada kondisi seperti ini anda mungkin sudah lost kontrol sampai kebun binatang keluar dari mulut anda. dan tiba-tiba ada seorang yang menghampiri anda dan berkata “mas,sabar mungkin didalam mobil itu ada orang sakit yang sedang gawat dan kan dibawah ke rumah sakit,dan bagaimana jika didalam mobil itu adalah keluarga anda ?”. tentu emosi akan berubah dengan adanya pandangan baru yang memperluas konteks peristiwanya.

Contoh ReFraming Konten :

anda mungkin pernah mengalami ini,dimana orang tua anda ngomel dan marah-marah kepada anda karena anda pulang kerumah pada saat larut malam,dan didalam pikiran anda muncul presepsi ” bapak selalu marah-marah” dan ibu anda datang dan berkata “bapak marah itu artinya sayang sama kamu,karena takut kamu ada apa-apa saat pulangnya terlalu kemaleman”. yang dilakukan oleh sang ibu adalah ReFrame.

Jika anda sudah memahami tentang Frame dan Reframing maka tentu harusnya anda memiliki frame yang selalu positif (berfikir positif),jangan justru terjebak dengan kebiasaan kebanyakan orang (seringkali berfikir negatif/cerigaan/su’udzon). salah satu caranya dengan melihat sisi positif dari setiap yang terjadi dan menyakini jika yang terjadi pada diri anda adalah suatu ketetapan dari Tuhan yang harus terjadi pada anda karena jika itu tidak terjadi mungkin ada kejadian yang lebih buruk yang akan terjadi,misalkan anda kehilangan motor (kemalingan) anda tak perlu sedih dan menyakiti diri anda dengan membebani pikiran anda sendiri,karena anda harus bersyukur Tuhan hanya mengambil motor anda bukan anggota keluarga anda,dan bisa saja jika motor anda masih ada maka motor anda membuat anda celaka (kecelakaan). jadi saat ini silahkan selalu berada pada frame yang positif hingga hidup anda akan diwarnai dengan rasa syukur bukan keluhan.

semoga artikel ini bermanfaat bagi anda,salam pembelajar.

January 7, 2016

Frame dan ReFrame dalam NLP

Suatu hari Adit dan Wahyu sedang liburan bersama rekan-rekan komunitasnya,mereka liburan ke pulau bali yang terkenal dengan keindahan panorama alamnya,beberapa hari mereka berada dipulau bali,disana mereka […]
January 5, 2016

Closing dalam hitungan detik dengan NLP

jika anda adalah seorang yang berprofesi sebagai sales,marketing,pebisnis dan sejenisnya maka artikel ini adalah bacaan yang menarik untuk anda ketahui.beranjak dari keresahan beberapa sahabat saya yang […]
January 4, 2016

Conversational Postulates dalam NLP

Conversational Postulates dalam NLP adalah sebuah pola komunikasi yang bertujuan untuk menyamarkan kalimat perintah melalui pola bahasa yang berupa pertanyaan,namun cenderung direspon dengan tindakan.hal ini dimaksudkan […]
March 1, 2015
aaaa

NLP dalam perspektif Islam

NLP dalam perspektif Islam bukanlah sebuah tulisan yang menjadi wacana belaka melainkan ini adalah realita yang akan memberikan gambaran kepada anda, bahwa pengetahuan yang saat ini […]