NLP vs Hypnosis
February 16, 2017
belajar-hipnotis
Kampanye Pake Hypnotis
August 6, 2017

NLP dan Konsep Filsafat

nlp dan phlosophy

Sejak Manusia pertama ( Adam dan Hawa ) diturunkan ke Bumi,Allah telah menggariskan takdir bagi manusia untuk memahami dan mengetahui segala ciptaan Allah di Muka Bumi ini.Salah satu kemu’jizatan (keistimewaan) yang disampaian didalam Al-Qur’an yang paling utama adalah hubungannya dengan sains dan ilmu pengetahuaan, begitu pentingnya sains dan ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an sehingga Allah menurunkan ayat yang pertama kali Q.S Al-‘alaq 96/1-5.

1.Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah, 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

hingga perkembangan zaman mengantarkan manusia pada perkembangan ilmu pengtahuan yang semakin beragam dan modern. berbagai hal yang pada zaman sebelumnya yang dianggap sebuah kerumitan kini menjadi sebuah hal yang mudah. melalui konsep dan cara berfikir yang lebih  baik dan terarah. ini tidak lepas dan peran tokoh-tokoh ilmu pengetahuan yang ada,diantaranya phytagoras,plato,aristoloteles,socrates dan filsuf serta ilmuan lainya. termasuk tokoh penyederhana mekanisme berifikir dan bertindak manusia yang dirumuskan kedalam tols-tols praktis yang termuat dalam Neuro Lingustic Programming (NLP). dialah Richard Bandler dan John Grinder. olehnya itu pada bagian ini saya menulis artikel tentang keberadaan kedua konsep berfikir Falsafah dan NLP.

Perlu kita review kembali pengetahuan kita tentang Falsafah : yang merupan ilmu pengetahuan yang mengarahkan proses berfikir manusia agar dapat mencapai kebenaran. Plato; Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran asli. Aristoteles; Filsafat adalah ilmu (Pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalam ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika. kemudian lebih lanjut tentang NLP (Neuro Linguistic Programming), adalah sebuah pengetahuan yang menyederhanakan proses atau mekanisme berfikir manusia sehingga manusia itu dapat menentukan arah berfikirnya secara manual dan  oleh dirinya sendiri dengan meminimalisir intervensi dari faktor eksternal. lalu bagaimana kaitanya antara lahirnya NLP dan beberadaan ilmu Falsafah ?

didalam Falsafah dikenal beberapa mahzab berfikir untuk mendapatkan sebuah pengetahuan.diantaranya adalah :

Skriptualis yakni proses berfikir yang mengdepankan kitab atau informasi yang terliterasikan sebagai sumber pengetahuan utama. lalu Emprisme atau pemahaman yang mengedepankan Indrawi sebagai sumber penemuan pengetahuan manusia dan  selanjutnya didalam falsafah juga dikenal mahzab yang menekankan proses mendapatkan pengetahuan dari intuisi atau feeling manusia yang dikatakan sebagai sumber kebenaran hakiki. lalu bagaimana dengan NLP  ? didalam NLP dikenal Modalities yang merupakan gerbang manusia untuk menangkap informasi dari lingkungan eksternal dirinya (sama dengan pemaknanaan mahzab Indrawi).pada falsafah,mahzab emperisme menekankan indrawi menjadi sumber mendapatkan pengetahuan. pada NLP indrawi sebagai stimulus atau sebagai gerbang masuknya informasi sebelum dilakukan filter oleh bagian filtering pikiran manusia.menariknya NLP membahasnya lebih detail mulai dari informasi dari dunia luar manusia masuk melalui indrawi manusia lalu melalui proses filtering yang terbagi tiga yaitu delesi,destorsi dan generalisasi dan kemudian difilter pada filtering tahap kedua yaitu alat filter yang terbentuk dari pengetahuan-pengetahuan sebelumnya ( dapat bersumber dari skrip/ kitab / buku, dapat pula bersumber dari pengalaman masa lalu, proses penalaran , kebudayaan dll ) (didalam falsafah sama seperti pandangan Idealisme platonian, skriptulias dan intulisi ).

ini baru pada aspek proses manusia menemukan pengetahuan dan memahami sesuatu fenomena yang ada. didalam NLP juga dikenal Framming atau Sudut pandang atau cara manusia memandang sesuatu yang ada diluar didalam dirinya sendiri. jika didala Falsafah Untuk itu kita harus mengetahui bagaimana aturan berpikir yang mutlak adanya, yang itupun harus dinilai kebenarannya.Seorang pemikir telah membantu kita menyusun prinsip atau aturan berpikir tersebut yang sering disebut logika aristotelian atau logika formal sebagai berikut:

  1. Prinsip identitas. Prinsip ini menyatakan bahwa sesuatu hanya sama dengan dirinya sendiri. Secara matematis dirumuskan: X=X
  2. Prinsip non kontradiksi. Prinsip ini menyatakan bahwa tiada sesuatu pun yang berkontradiksi. Sesuatu berbeda dengan bukan dirinya. Jika diturunkan melalui rumus matematika: X ≠ X
  3. Prinsip kausalitas. Prinsip ini menyatakan bahwa tidak ada sesuatupun yang kebetulan. Setiap sebab melahirkan akibat.
  4. Prinsip keselarasan. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap akibat selaras dengan sebabnya.

yang didalam NLP prinsip diatas dikenal dengan jenis-jenis framming yang meliputi :

  1. Outcome Frame  (orientasi pada hasil dari sebuah tindakan (outcome)
  2. Backtrack Frame ( mengembalikan pada pandangan/frame sebelumnya )
  3. Agrement Frame ( orientasi pada kesepakatan beberapa pihak )
  4. Evidence Frame ( berorientasi pada bukti-bukti yang ada ) sama dengan prinsip Emperik pada Falsafah
  5. As If Frame ( berorientasi pada pengandaian /perumpamaan / kemungkinan )
  6. Contrast Frame ( Berorientasi pada yang bertolak belakag /polaritas) sama dengan prinsip non kontradiksi
  7. Ecologis Frame ( berorientasi pada kondisi ekologis) dalam falsafah,prinsip keselarasan.

beberapa hal diatas mengantarkan saya pribadi pada proses pengembangan cara berfikir.untuk menjadi lebih sederhana sebagaimana tujuan dari NLP. selain itu NLP memberikan teknik-teknik yang menjadi tols bagi  setiap yang menguasainya untuk dapat mengelola pikiranya secara manual dan tepat. bukan hanya terbatas pada dirinya sendiri melainkan juga dapat diterapkan pada orang lain. sehingga dengan menguasai NLP seseorang praktisi akan mampu mengendalikan berbagai problem pada dirinya yang disebabkan oleh proses kesalahan berfikir yang menyebabkan masalah psikologis dan fisiologis. termasuk dapat diterapkan untuk orang lain. praktisi NLP akan disertai dengan kemampuan mengirim informas  (pengetahuan) secara tepat dan terarah. sehingga apa yang menjadi tujuanya dapat tercapai secara efektif dan efesien.

NLP dan falsafah bukanlah pengetahuan yang berbeda tapi kedua pengtahuan adalah pada dasarnya sama hanya NLP cenderung menyederhanakanya dan menjadikanya teknik praktis yang tidak hanya terbatas pada teoritis saja.lebih lanjut berbagai pengetahuan tentang NLP akan kita bahas pada bagian berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *