Predator Lugu dalam diri manusia

alasan semesta tak mendukungmu
Alasan Semesta Tak Mendukungmu
July 7, 2014
aaaa
NLP dalam perspektif Islam
March 1, 2015

Predator Lugu dalam diri manusia

adasa

predator lugu dalam diri manusia ? apa lagi ini ? mungkin anda sudah semakin berfikir “hal aneh apalagi yang ada didalam artikel ini ? “,dan pada akhirnya anda akan sadar dengan setiap maksud dari artikel ini.dan anda juga tak akan bisa menghindari subtansi artikel ini yang bersemayam didalam diri anda sendiri.karena setiap manusia memiliki predator dalam dirinya yang terkurung baik-baik dibagian terdalam dirinya,si predator ini terkadang bersifat baik dan penuh kesabaran meilhat bagian diri lainya beraktifitas,namun dikalah sang predator ini mencapai titik puncak emosinya maka tak ada¬† alasan dan tak ada lagi pertimbangan baginya dalam bereaksi.

sebelum menemukan dimana bagian predator dalam diri manusia yang saya maksud,perlu kita ulas kembali tentang bagian dan fungsi pikiran manusia,kenapa harus mengacu pada pikiran manusia karena pikiran manusia jika diibaratkan mobil maka pikiran adalah mesinya,tentu ada sistem yang akan bekerja disana dan hal itu sangat penting keberlangsunganya karena tak akan ada gerak jika mesin itu tidak aktif bekerja.bagitu pula pada pikiran manusia,namun pikiran manusia lebih unik dan lebih canggih,dimana segala akses dan kinerja dari setiap bagianya terjadi begitu cepat dan unlimited,sehingga hal-hal luar biasa begitu wajar dihasilkanya.

pada manusia normalnya,didalam berinteraksi atau beraktifitas akan banyak atau dominan menggunakan bagian pikiran sadarnya (conscious) pada saat bagian ini yang mendominasi bekerja maka aktifitas penuh kewaspadaan,kritisi dan analisis kuat menyertainya karena memang fungsi dan bagian ini banyak bergelut dengan hal-hal yang dianggap masuk akal atau logika,dan pada saat bagian ini mendominasi maka kehidupan manusia akan penuh dengan batasan,dan keterikatan,entah itu dari norma agama,hukum,sosial dan lain sebagainya,pada saat kondisi seperti ini manusia akan banyak memberikan tekanan pada dirinya sendiri karena banyak melakukan aktifitas yang tidak membebaskan dirinya,namun karena sudah menjadi terbiasa dengan hal tersebut sehingga manusia tidak lagi begitu menyadari dan menghiraukan keterikatan tersebut.dan hasil dari semua yang tersave dan menjadi nilai dasar yang begitu kuat dipahami akan berada pada fungsi bagian (subconscious) atau pikiran bawah sadar manusia,dimana seringkali ketika bagian ini yang mendominasi,maka manusia terkadang seperti manusia super yang terkadang mampu melakukan hal diluar logika mereka sendiri dan pada bagian ini nilai-nilai aturan dan norma akan semakin terekam jelas namun tak lagi menjadi persoalan karena sudah menganggap norma dan lain sebagainya terseut sebagai bagian dari aktifitasnya.

mungkin anda pernah melihat kondisi yang seperti ini atau bahkan anda sendiir yang pernah mengalaminya.bisa anda bayangkan ada seorang anak yang didalam lingkungan permainanya sering kali diejek dan dtertawakan karena fisiknya,dan ketika conscious masih bekerja mendominasi maka responya hanya sekedar menerima dan pasrah hal ini dikarenakan berbagai pertimbangan masih ada,diantaranta”jika ia melawan maka akan kehilangan teman dan akan pula dihakimi ,dan jika ia menangis maka akan semakin ditertawakan” berbagai pertimbangan itu masih muncul sebagai dasar untuk bertindak,dan dengan otomatis bawah sadar atau subconscious akan selalu merekam setiap peristiwa itu dengan baik.dan ternyata ada bagian yang selalu menyaksikan hal itu dan mengumpulkan segala amarah disana ini saya sebut dengan unconscious,bagian ini adalah bagian terdalam dari sisi pribadi manusia,yang tidak akan nampak kecuali pada kondisi tertentu,kebanyakan pada diri seseorang bagian ini tidak memunculkan dirinya karena alasan nilai-nilai sosial dan norma-norma yang ada,sehingga bagian ini terus berkecamuk sendiri didalam diri manusia.

anda tidak bisa pungkiri disaat seseorang menyakiti anda maka anda merasakan amarah dan emosi negatif yang begitu besar,tapi anda tak mampu meluapkanya secara keseluruhan karena adanya batasan norma,misalkan anda dihina ? maka emosi yang terakses hanya sebatas marah dan mengeluh dalam bahasa-bahasa kasar,tapi sadar atau tidak unconscious anda juga berkecamuk ingin melakukan hal yang lebih,entah itu membunuh atau melukai tapi tak mampu berbuat apa-apa karena adanya batasan dan ketakutan akan norma-norma yang ada.tapi ingat sisi terdalam manusia yang menjadi predator tersebut sewaktu-waktu akan bisa keluar dan berkecamuk tak terkendali,ketika predator tersebut sudah lelah dan muak maka ia akan muncul dengan sendirinya tampa anda panggil atau sadari,sehingga terkadang seseorang setelah membunuh atau melakukan hal ekstrim lainya,ia mengatakan jika ia menyesal dengan perbuatanya,ia tidak bisa mengendalikan dirinya,ia tidak sadar melakukanya.

yang perlu anda lakukan adalah menjinakkan dan tetap mampu menenangkan predator dalam diri anda sendiri,tak beberapa cara dapat anda lakukan salah satunya dengan “IKHLAS” segala sesuatu yang terjadi dalam hidup anda maka hadirkan keikhlasan didalamnya.dengan demikian predator dalam diri anda akan tetap terjaga dan tidak lost control.semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua,terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *