The power of Karena adalah sebuah tulisan yang saya post untuk memberikan sedikit gambaran bagaimana kekuatan kata “karena””.pernah suatu ketika saat itu saya sedang antri untuk menyetor dana disalah satu bank pada saat itu antrian cukup panjang didepan saya masih ada sekitar 7 orang dan begitupun dibelakang saya juga masih banyak yang ngantri tepat dibelakang saya ada seorang bapak-bapak yang kelihatan sungguh rapi sepertinya dia seorang pejabat,tidak beberapa lama si bapak menegur saya dan mengatakan “de’boleh saya maju didepan ade,saya ada urusan yang penting saya buru”. lah tentu saya katakan saya juga demikian pak,saya buru-buru mohon pengertianya dan tetap antri yah pak.yah si bapak tadi mengatakan iya gak apa-apa.beberapa saat kemudian disaat saya sudah berada diantrian ke 3 dari belakang sekali ada seorang ibu-ibu menghampiri orang yang ada di antrian ke 2,sambil menggendong anaknya si ibu mengatakan kepada orang didepan saya “pak,saya boleh lebih dulu ditempat bapak ? saya harus kirim dana untuk suami saya pak “karena” mertua saya akan dioperasi pak,sekrang lagi butuh dana pak” tiba-tiba bapak itu diam dan mengalah hingga bapak itu mundur kebelakang dan ibu tadi yang lebih dulu ke teller.

dari kisah itu saya mulai berfikir kenapa setiap alasan cenderung mendapat toleransi ? tapi beberapa alasan juga kok bisa mengalami penolakan,misalkan dengan bapak yang sebelumnya minta untuk didepan saya,atau apakah saya yang tidak punya toleransi ? saya rasa juga tidak !. dan setelah baca beberapa artikel dan buku hingga saya mendapatkan perbedaan dari apa yang terjadi di bank tadi.yaitu penggunaan kata “karena”,didalam pikiran manusia ada dua belahan yang terus bekerja namun akan ada salah satu yang mendominasi bagian tersebut adalah otak kanan yang identik dengan logika atau juga biasa disebut pikiran sadar dan otak kiri yang identik dengan intuisi,imajinasi dll yang biasa juga disebut pikiran bawah sadar. dan ternyata ada sekat pemisah diantara dua bagian ini yang biasa disebut dengan reticular activiting system (RAS) atau critical faktor atau area kiritis,dimana bagian ini berfungsi sebagai penyaring atau informasi yang masuk.sehingga apa yang masuk kedalam pikiran akan selalu mengalami protes atau kritik dari bagian ini kecuali pada pola-pola bahasa tertentu yang membuat bagian ini lumpuh sementara.dan ternyata ada satu kunci untuk melmpuhkan sementara RAS itu,yaitu dengan pemberian alasan,karna bagian ini selalu membutuhkan alasan agar sebuah informasi bisa diterima masuk kedalam pikiran bawah sadar dan kata-kata yang tepat untuk menghubungkan sebuah alasan adalah “karena” sehingga kata hubung “karena” memiliki kekuatan besar yang tidak disadari oleh beberapa orang dan mengabaikan penggunaan kata ini.

bandingkan saja kalimat permintaan berikut :

“Bu,belikan saya Blackberry,saya mau juga punya balckberry seperti teman-teman,saya tidak mau dikatakan ketinggalan jaman”

“Bu,belikan saya blackberry,saya mau juga punya blacberry seperti teeman-teman saya,karena saya tidak mau diejekin da dikatakan ketinggalan jaman”

bisa anda bandingkan sendiri kalimat mana yang memiliki peluang penerimaan yang besar,dan sayarasa jawaban anda sama dengan yang saya pikirkan yaitu kalimat kedua akan cenderung mudah diterima karena adanya kata penghubung “karena” yang mengarahkan alasan untuk bisa diterima.

The Power of karena

bisa anda coba sendiri dengan menggunakan kata “karena” disetiap maksud yang anda ingin sampaikan dan mengharap persetujuan,semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *